Jumat, 22 Juli 2011

cara q mencintaimu


Mendengar derap kaki langkahmu
Melihat gurat gurat wajahmu
Adalah kebahagiaan tiada terkira bagi diriku
Biarlah..
Biar engkau tidak memikirkanku
Memimpikanmu adalah hal mustahil bagi qu
Melihatku adalah hal yang biasa untukmu
Tapi bagiku memimpikanmu dan bisa mendptkanmu adalah karunia tuk ku
Melihatmu adalah sesuatu yang kutunggu
Biarlah..
Hanya tiga huruf balasan pesan darimu
Hanya sepatah kata yang keluar dari mulutmu
Tapi bagiku..
Satu lembar pesan kurasa kurang
Satu jam ucapan belum cukup menerangkan
Saat pergi denganmu
Berusaha kau untuk sejauh mungkin berada dariku
Tapi bagiku..
Menghirup aroma tubuhmu
Sudah cukup menghiburku
Itulah caraku mencintaimu meski kau tak mengetahuinya
Mencintai yang tak memiliki
Karena mencintai adalah memberi yang terbaik
Untuk orang yang kita sayangi
Bagaimana melihatmu bahagia sekarang dan nanti

Rabu, 06 Juli 2011

Jika Hidup Adalah Petualangan, Maka Aku Adalah Petualang Dalam Hidupku


Mendaki hidup untuk menuju puncak kejayaan yakni puncak kebahagiaan yang hakiki dunia akhirat itu yang di inginkan, untuk mencapainya diperlukan kekuatan fisik yang kuat dimana kalan setapak kadang bermunculan bahkan langkah kadang harus terhenti oleh curamnya jurang kehidupan yang melanda oleh hamparan kenyataan.
Dunia takkan pernah salah dan tak bisa disalahkan karena ia hanya sebagai alat untuk kita menuju puncak kebahagiaan, tinggal bagaimana kita melewatinya dan mejalaninya…
Hidupku tak seindah hidupmu yang sebisa mungkin teramankan waktu, hanya melengkapi kau bisa melanjutkan dengan indah….
Hidupku tak semulus jalanmu yang sekali gas langsung sampai, dan tak perlu ada beban pikiran dalam hidupmu…
Hidupku tak semudah hidupmu yang segala apa yang kau mau kau dapatkan, tinggal memilih dan mudah bagimu…..
Serasa berat harus menerima kenyataan tapi inilah sisi kehidupan yang nyata bahkan lebih dari yang parah dariku itu ada sehingga aku tak mampu untuk membenci kehidupan ini…
Dan bersyukur dengan apa yang ada………………………….
Dan bersyukur dengan apa yang aku bisa…………………………..
Dan hanya bisa bersyukur kepadamu ya allah……………………….
Dalam mendaki kembali aku dalam posisi gontai namun tetap melangkah demi mendapatkan tujuan hidup demi meraih puncak kehidupan. Demi tercapainya cita-cita dan demi kebahagiaan…..
Lalu apa yang salah dengan hidupku sesekali menghantui hayalan nyata, orang terdekat tak terkendali
Butuh hidayahkah namun nyata baginya tak bisakah seharusnya………….mengapa, apakah itu ujian dan apakah itu harus diabaikan…..?
Belum terpecahkan dan butuh siapa yang mampu hal itu membantuku mengungkapnya mengurangi beban pundak pikiranku yang kosong.
Berjalan memang kupaksakan walau tak bisa kupastikan arahku, setujukah anda membantuku menemukan kearah yang benar dan lurus ….. yakin dunia itu berputar dan roda kehidupanpun mengikuti arahnya dan mengalir bagai air yang selalu mencaritujuan yang lebih rendah, untuk melanjutkan perjalanan sampai kelautan yang tenang bahkan sesampainya disanapun belum tentu bisa santai….masih ada ombak yang sesekali mengampiri lalu terdampar dipantai..
Hai big brother tolonglah diriku ini berikanlah pencerahan hati, berikan kemudahan untuk melanjutkan kenyataan yang ada untuk memperbaiki kekacauan didalam rumah didalam mata.
Kebanggan pernah ada namun kebencian yang larut untuknya sang strong father belum pernah terjamah hatiku sendiri why dan kenapa aku harus berkata dia tidak pernah ada……………………………
Dosa kah..? keadaan ini dan salahkah diri ini yang membenci sosok itu dalam hati yah terkadang itu nyata..tidakkah cerita kawan yang menghebatkan sosok nyata itu dari sisi lain kehidupan ini kami butuhkan.
Sifat nyata dan kendali keakraban keluarga besar belum pernah tercium hanya semakin punah dan itu terasa nyata namun semu, terabaikan dan dianggap biasa saja…
Aku memang membutuhkan siapa dirimu dalam perjalanan hidup itu seharusnya dan wajibmu..tapi tak ku dapatkan sama sekali nol persen its me…
Yahsudahlah kenayataan hanya kenyataan dan oranpun takkan pernah tau apa yang aku rasakan ini dan biarkan saja jika memang baiknya tidak ada seorangpun tau…apa mauku……….. dan apa maksudku…..
Kini aku mencoba hidup normal menutupi keadaan ini, mencoba menyeimbangi keadaan diluar sana dan mencoba bangkitkan diri ini walau dalam keadaan terpuruk dan rapuh nyatanya…..tak seorangpun, ….
Mengerti bahwa cobaan itu adalah mengerti tempatnya karena setiap cobaan telah memilih orang yang mampu ia lewati jika disadari……
Antara benci dan rindu seiring melangkah …………………………………. Jalani saja………………

Jika hidup adalah petualangan maka aku adalah petualang dalam hidupku….
live is an adventure………..

Senin, 04 Juli 2011

Cinta Sejati Seorang Ibu

Kiranya di dunia ini, tidak ada budi yang bisa mengimbangi ataupun membalas cinta seorang ibu. Cinta seorang ibu mengalir dalam darah dan ruh kita. Anak adalah buah cinta dari dua hati, namun ia tidak dititipkan dalam dua rahim. Ia dititipkan dalam rahim sang ibu, selama sembilan bulan: disana ia hidup dalam kesunyian sembari menghisap saripati kehidupan sang ibu. Kemudian ia keluar diantar oleh darah.

Bakti hidup cinta seorang ibu kepada anak, adalah dengan merawat sembari mengharapkan kehidupan anaknya. Tapi bakti anak kepada ibu, kenyataannya adalah merawat sembari menunggu kematiannya. Begitulah kira-kira, yang menjadikan balas budi kepada seorang ibu itu, tidak akan pernah cukup.

Kemudian jika seorang anak telah menghadapi takdir kematian sebelum orang tuanya, itu justru menjadi tabungan di akhirat bagi kedua orang tuanya. Yang kelak, dari seorang anak itu bisa lahir syafaat, yang memudahkan untuk menapak ke syurga, atau sekedar mengurangi penderitaan di neraka.

Siapapun tidak bisa menebak dengan pasti takdir seseorang. Adakalanya sebuah mangga muda jatuh lebih awal dari yang tua, bahkan bunganya pun dapat berguguran lebih awal.

Cinta ibu kepada anaknya sungguh sangatlah dalam, karena cinta ini lahir dari darah dan ruhnya. Maka ketika seorang anak dipanggil oleh ALLAH SWT, ibulah yang begitu merasakan haru melebihi yang lainnya. Sejenak ia berkata dalam jiwanya; itu harapan masa depannya, itu hidupnya, itu silsilah yang akan menyambung kehadirannya sebagai peserta perlombaan menuju ALLAH SWT di alam raya. Selebihnya anak adalah amanah langit yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat. Dan lebih jauhnya lagi, anak juga menjadi penentu masa depannya di akhirat. Yang memberikan sepucuk pengharapan, tentang tempat yang lebih terhormat di surga.

Doa sang ayah dan ibu, selamanya merupakan potongan-potongan jiwanya. Karena itulah ia selamanya terkabul!!