Minggu, 07 Agustus 2011

Tantanglah sebuah Tantanggan yg menghalangi......

Pada suatu ketika , ada sebuah desa di atas bukit dilanda musim kering enam tahun beturut-turut,, Suasana desa terasa sedih, putus asa, dan merana,, Di tepi desa, tinggal seorang lelaki setengah baya yang punya tiga anak pria dewasa,, Namun semuanya pemalas, tak pernah mau mencari pekerjaan,, Alasannya, di mana-mana susah, karena musim kering itu,, Semua nasihat sang ayah hilang begitu saja,, Mereka lebih suka melamun dan tidur,,
Di belakang bukit yang mengelilingi desa itu, ada sebuah desa sangat subur,,
Di tengahnya mengalir sungai yang tak pernah kering,, Andai kata ada yang mampu memindahkan gunung, dan mengubah aliran sungai, desa itu bakal memiliki air cukup, dan tak akan lagi kekeringan,, Namun di desa itu tak ada seorang pun yang berani berpikir untuk memindahkan sang gunung,, Sesuatu yang tak mungkin,,
ya, lelaki setengah baya yang tinggal di tepi desa tadi akhirnya terpanggil untuk menyelesaikan tantangan yang tidak mungkin itu,, Suatu hari, setelah fajar, sang lelaki membulatkan tekadnya,, Ia mengambil pacul dan mulai berjalan ke gunung,, Ia bekerja dari subuh hingga matahari tenggelam, tak kenal lelah,, Mencangkul dan mencangkul,,
Setelah seminggu ia bekerja, akhirnya anak-anaknya pun mulai memperhatikan ulah sang ayah,, Ketika diceritakan bahwa sang ayah ingin memindahkan gunung, ketiga anaknya terbahak-bahak,, Mereka menganggap ayahnya gila, dan mau melakukan hal yang tak mungkin,, Sang ayah terdiam saja,, Ia terus melanjutkan pekerjaannya dari hari ke hari,, Sebulan kemudian, cerita ini menyebar ke seluruh desa,, Sang lelaki itu kini malah dijuluki gila oleh semua warga desa,,
Ketiga anak lelaki itu lama-lama malu dengan olokan warga desa,, Hingga suatu hari mereka memutuskan membantu ayahnya,, Sejak itu, keempat lelaki itu selalu berangkat subuh, dan mencangkul gunung hingga matahari tenggelam,, Setelah beberapa bulan mereka bekerja, warga desa mulai melihat sebuah lubang besar di gunung,, Tak lama kemudian, seluruh desa ikut bergabung,, Setahun lebih, gunung itu bolong,, Air mengalir lewat terowongan,, Desa itu tak pernah lagi garing,,
"Nothing is impossible",, ya… semuanya mungkin,, Karena jangan pernah menganggap remeh sebuah cita-cita atau angan-angan,, Rahasianya, bagaimana mengubah cita-cita itu menjadi tantangan nyata,, Kalau sudah menjadi tantangan, pasti bisa dikerjakan, dan tentu saja akan memberikan hasil,, Karena cita-cita dan angan-angan hanya akan menjadi lamunan kosong kalau tidak kita wujudkan menjadi tantangan, karena tantangan adalah sebuah "road map", peta yang melukiskan hal-hal yang harus kita kerjakan untuk mencapai sebuah prestasi,,
Jadi ,... Kalau Anda punya visi, cita-cita, dan angan-angan, jangan lupa menerjemahkannya menjadi tantangan yang bisa memotivasi anda ,,,
Firman suci_Nya dalam Al_Qur'an :Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya). (QS. 68:25)

Apa Arti Cinta??

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya
 menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Indahnya Hidup


Hidup memang menyenangkan, tapi alurnya berubah-ubah dan beda bagi setiap insan. Ada yang tegar, ada yang santai ,dan ada jua yang memasrahkan dirinya kepada ketetapan. Bagi mereka yang tegar, akan terus menghantam derasnya kehidupan, meskipun beribu aral melintang. Sebagian manusia mengharapkan kemurahanNya dan menganggap Dia maha penolong, mereka hidup dengan santai tanpa beban. Ada pula sebagian dari manusia telah pasrah pada hidup yang penuh rahasia, sehingga mereka menikmati apa yang tersaji dengan cara mudah. Hidup memang penuh tantangan, menyenangkan, juga mudah. Semua tantangan, kesenangan dan kemudahan adalah perkara yang berbeda, yang di dalamnya terselip rahasia nikmat. Sesulit apapun hidup ini, ada bentang jalan ketenangan, jika kita menyimak setiap rangkaian pasang surut kehidupan.
Renungan ini tiba-tiba muncul di setiap sel darah karena sentuhan malaikatNya, bergetar dan meresap dalam beningnya jiwa ketika aku terjaga di malam hari. Kulihat jam weker menunjukkan pukul 02:15, dan aku tak kuasa menjawab setiap tanya yang terbesit dari sekeping jiwa. Kupejamkan lagi mata ini menyusuri setiap detak dalam lipatan nadi menuju irama ruang yang begitu damai dan tenang. Tapi aku tak mampu menyelam hingga ke dasarnya. Ada pesan suci yang tak bisa diaksarakan, datang menyelinap dan membiaskan cahaya putih, lalu kembali pada kehampaan. Aku dibuatnya takjub sekaligus resah, membalur pada dimensi raga, akal dan jiwa. Kukerahkan seluruh energy untuk mengurai benang-benang ilham untuk mendiagnosis hukum alam semesta. Akalku sibuk mencari keseimbangan raga-akal-jiwa.
Hari ini kumulai petualangan baru. Aku terpekur, masih dengan gelisah seperti semalam. Adakah peristiwa semalam adalah suatu kebetulan?. Semua masih terlintas dalam pikiran. Untunglah Tuhan menganugerahi manusia sebongkah otak disertai seperangkat akal. Lewat akal inilah kita bisa membedakan segala sesuatu, yang dikenal dengan jiwa atau indera keenam. Indera keenam inilah yang akan menjadi titian segenap keyakinan, sekaligus kunci gerbang anugerah yang maha luas. Ada resonansi dari seutas benang di dalam hati, yang ujungnya tertaut di ujung ruang tanpa batas. Makna agung yang sulit dilacak dengan panca indera, berurai dan berutas tanpa henti dan tak terjelaskan.
Kutatap senja menjingga di ufuk kiblat, dan kudapati karunia dan nikmat yang menyenangkan beresonansi dengan jiwa tanpa raga. Aku tersadar sekejap, meresapi nikmatnya yang terus mengucur sebagai anugerah terindah bagi jiwa. Ada bayangan ketakutan ketika spiritual dan intelektual tak mampu kujaga keseimbangannya. Selama ini banyak manusia telah membuat keputusan yang keliru dalam hidupnya, menggantung asa setinggi langit dengan keputusan-keputusan yang tak pantas dan tak lumrah. Seiring bayangan temaran senja larut pada kabut-kabut tipis menjemput malam, masih tersisa sepenggal do’a. “Ya Allah…tautkan benang jiwa ini pada cakrawala kebenaran, jangan biarkan utas-utas itu mengkusut hingga aku tak mampu mengurainya, ukirlah laksana bianglala, benamkan hingga ke dasar jiwa”. Perlahan, embun turun laksana tirai tipis, menitik basahi jiwa dan membentuk kubangan, beku laksana salju di musim dingin. Seketika, lilin-lilin di langit memercikkan nyala, mencair, lalu memancarkan keindahannya. Langit semakin indah bermahkotakan rembulan. Gemerincing azan menggema di seantero alam, hinggap ke pucuk awan. Alam menjadi senyap menghadirkan kesadaran, bahwa semua karyaNya seimbang, indah dan dipoles dengan rahmahNya, sempurna. Jiwa kembali tertunduk malu dan lesu, saat hati nurani berbisik “ Siapakah yang telah kidungkan sonata saat camar malam tebarkan kerinduan”?. 

Jumat, 22 Juli 2011

cara q mencintaimu


Mendengar derap kaki langkahmu
Melihat gurat gurat wajahmu
Adalah kebahagiaan tiada terkira bagi diriku
Biarlah..
Biar engkau tidak memikirkanku
Memimpikanmu adalah hal mustahil bagi qu
Melihatku adalah hal yang biasa untukmu
Tapi bagiku memimpikanmu dan bisa mendptkanmu adalah karunia tuk ku
Melihatmu adalah sesuatu yang kutunggu
Biarlah..
Hanya tiga huruf balasan pesan darimu
Hanya sepatah kata yang keluar dari mulutmu
Tapi bagiku..
Satu lembar pesan kurasa kurang
Satu jam ucapan belum cukup menerangkan
Saat pergi denganmu
Berusaha kau untuk sejauh mungkin berada dariku
Tapi bagiku..
Menghirup aroma tubuhmu
Sudah cukup menghiburku
Itulah caraku mencintaimu meski kau tak mengetahuinya
Mencintai yang tak memiliki
Karena mencintai adalah memberi yang terbaik
Untuk orang yang kita sayangi
Bagaimana melihatmu bahagia sekarang dan nanti

Rabu, 06 Juli 2011

Jika Hidup Adalah Petualangan, Maka Aku Adalah Petualang Dalam Hidupku


Mendaki hidup untuk menuju puncak kejayaan yakni puncak kebahagiaan yang hakiki dunia akhirat itu yang di inginkan, untuk mencapainya diperlukan kekuatan fisik yang kuat dimana kalan setapak kadang bermunculan bahkan langkah kadang harus terhenti oleh curamnya jurang kehidupan yang melanda oleh hamparan kenyataan.
Dunia takkan pernah salah dan tak bisa disalahkan karena ia hanya sebagai alat untuk kita menuju puncak kebahagiaan, tinggal bagaimana kita melewatinya dan mejalaninya…
Hidupku tak seindah hidupmu yang sebisa mungkin teramankan waktu, hanya melengkapi kau bisa melanjutkan dengan indah….
Hidupku tak semulus jalanmu yang sekali gas langsung sampai, dan tak perlu ada beban pikiran dalam hidupmu…
Hidupku tak semudah hidupmu yang segala apa yang kau mau kau dapatkan, tinggal memilih dan mudah bagimu…..
Serasa berat harus menerima kenyataan tapi inilah sisi kehidupan yang nyata bahkan lebih dari yang parah dariku itu ada sehingga aku tak mampu untuk membenci kehidupan ini…
Dan bersyukur dengan apa yang ada………………………….
Dan bersyukur dengan apa yang aku bisa…………………………..
Dan hanya bisa bersyukur kepadamu ya allah……………………….
Dalam mendaki kembali aku dalam posisi gontai namun tetap melangkah demi mendapatkan tujuan hidup demi meraih puncak kehidupan. Demi tercapainya cita-cita dan demi kebahagiaan…..
Lalu apa yang salah dengan hidupku sesekali menghantui hayalan nyata, orang terdekat tak terkendali
Butuh hidayahkah namun nyata baginya tak bisakah seharusnya………….mengapa, apakah itu ujian dan apakah itu harus diabaikan…..?
Belum terpecahkan dan butuh siapa yang mampu hal itu membantuku mengungkapnya mengurangi beban pundak pikiranku yang kosong.
Berjalan memang kupaksakan walau tak bisa kupastikan arahku, setujukah anda membantuku menemukan kearah yang benar dan lurus ….. yakin dunia itu berputar dan roda kehidupanpun mengikuti arahnya dan mengalir bagai air yang selalu mencaritujuan yang lebih rendah, untuk melanjutkan perjalanan sampai kelautan yang tenang bahkan sesampainya disanapun belum tentu bisa santai….masih ada ombak yang sesekali mengampiri lalu terdampar dipantai..
Hai big brother tolonglah diriku ini berikanlah pencerahan hati, berikan kemudahan untuk melanjutkan kenyataan yang ada untuk memperbaiki kekacauan didalam rumah didalam mata.
Kebanggan pernah ada namun kebencian yang larut untuknya sang strong father belum pernah terjamah hatiku sendiri why dan kenapa aku harus berkata dia tidak pernah ada……………………………
Dosa kah..? keadaan ini dan salahkah diri ini yang membenci sosok itu dalam hati yah terkadang itu nyata..tidakkah cerita kawan yang menghebatkan sosok nyata itu dari sisi lain kehidupan ini kami butuhkan.
Sifat nyata dan kendali keakraban keluarga besar belum pernah tercium hanya semakin punah dan itu terasa nyata namun semu, terabaikan dan dianggap biasa saja…
Aku memang membutuhkan siapa dirimu dalam perjalanan hidup itu seharusnya dan wajibmu..tapi tak ku dapatkan sama sekali nol persen its me…
Yahsudahlah kenayataan hanya kenyataan dan oranpun takkan pernah tau apa yang aku rasakan ini dan biarkan saja jika memang baiknya tidak ada seorangpun tau…apa mauku……….. dan apa maksudku…..
Kini aku mencoba hidup normal menutupi keadaan ini, mencoba menyeimbangi keadaan diluar sana dan mencoba bangkitkan diri ini walau dalam keadaan terpuruk dan rapuh nyatanya…..tak seorangpun, ….
Mengerti bahwa cobaan itu adalah mengerti tempatnya karena setiap cobaan telah memilih orang yang mampu ia lewati jika disadari……
Antara benci dan rindu seiring melangkah …………………………………. Jalani saja………………

Jika hidup adalah petualangan maka aku adalah petualang dalam hidupku….
live is an adventure………..

Senin, 04 Juli 2011

Cinta Sejati Seorang Ibu

Kiranya di dunia ini, tidak ada budi yang bisa mengimbangi ataupun membalas cinta seorang ibu. Cinta seorang ibu mengalir dalam darah dan ruh kita. Anak adalah buah cinta dari dua hati, namun ia tidak dititipkan dalam dua rahim. Ia dititipkan dalam rahim sang ibu, selama sembilan bulan: disana ia hidup dalam kesunyian sembari menghisap saripati kehidupan sang ibu. Kemudian ia keluar diantar oleh darah.

Bakti hidup cinta seorang ibu kepada anak, adalah dengan merawat sembari mengharapkan kehidupan anaknya. Tapi bakti anak kepada ibu, kenyataannya adalah merawat sembari menunggu kematiannya. Begitulah kira-kira, yang menjadikan balas budi kepada seorang ibu itu, tidak akan pernah cukup.

Kemudian jika seorang anak telah menghadapi takdir kematian sebelum orang tuanya, itu justru menjadi tabungan di akhirat bagi kedua orang tuanya. Yang kelak, dari seorang anak itu bisa lahir syafaat, yang memudahkan untuk menapak ke syurga, atau sekedar mengurangi penderitaan di neraka.

Siapapun tidak bisa menebak dengan pasti takdir seseorang. Adakalanya sebuah mangga muda jatuh lebih awal dari yang tua, bahkan bunganya pun dapat berguguran lebih awal.

Cinta ibu kepada anaknya sungguh sangatlah dalam, karena cinta ini lahir dari darah dan ruhnya. Maka ketika seorang anak dipanggil oleh ALLAH SWT, ibulah yang begitu merasakan haru melebihi yang lainnya. Sejenak ia berkata dalam jiwanya; itu harapan masa depannya, itu hidupnya, itu silsilah yang akan menyambung kehadirannya sebagai peserta perlombaan menuju ALLAH SWT di alam raya. Selebihnya anak adalah amanah langit yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat. Dan lebih jauhnya lagi, anak juga menjadi penentu masa depannya di akhirat. Yang memberikan sepucuk pengharapan, tentang tempat yang lebih terhormat di surga.

Doa sang ayah dan ibu, selamanya merupakan potongan-potongan jiwanya. Karena itulah ia selamanya terkabul!!